Merman Gian

Merman & AI Studio


Showcase

Malam Parang

Tools: GPT Image 2.5 × Seedance 2.5

Category: TVC Runway

Echoes of Madiun 2

Tools: Seedance 2.5

Category: Miniseri

Echoes of Madiun

Tools: MiniMax H3 × Seedance 2.5

Category: Short Movie

CLOSER

Tools: Seedance 2.5

Category: TVC Commercial

Gemini Shadows

Tools: Seedance 2.0

Category: Short Movie

The City Breathes

Tools: PixVerse V6

Category: Short Movie

The Celestial Match

Tools: Seedance 2.0

Category: Short Movie

Heaven and Hell

Tools: PixVerse V6

Category: Teaser Trailer

Dream in Monochrome

Tools: Seedance 2.0

Category: Storytelling

GOALS

Tools: Seedance 2.0

Category: Experiment

Wonderland Indonesia

Tools: PixVerse R1

Category: Experiment

Kadita Ocean Angel

Tools: Seedance 2.0

Category: Game Skin Concept

POINT BREAK

Tools: Seedance 2.0

Category: Short Movie

The Merman Heist

Tools: Grok Imagine

Category: Meta Ads

KeySlim

Tools: Veo 3.1 Fast

Category: UGC Ads


Try Now

More Video

← Back to Portfolio
Showing posts with label Batang Gansal. Show all posts
Showing posts with label Batang Gansal. Show all posts

2020/06/10

Air Terjun Tembulun Berasap Siambul

exploreinhu.com - Air Terjun Tembulun Berasap Siambul, Air Terjun Bukit Aseng atau Air Terjun Siambul. Saya bingung untuk menulis artikel tentang air terjun ini. Bagaimana tidak ? Pertama kali saya berkunjung, air terjun ini bernama Air Terjun Bukit Aseng. Nama ini sudah banyak dikenal orang. Kunjungan kedua sebelum bulan puasa 2017, saya bertemu dengan Kepala pengelola wisata ini, Bapak Rodang. Bincang-bincang, beliau berkata bahwa air terjun ini bukan Air Terjun Bukit Aseng, Ini adalah air terjun Siambul. Sementara Air terjun bukit aseng berada di tempat lain. Bincang lebih dalam lagi, air terjun ini akan diresmikan 10 hari sebelum hari raya idul fitri 2017. Done!

Air Terjun Tembulun Berasap Siambul


Tahukah kamu nama baru yang diresmikan untuk air terjun ini ?
Bukan Air Terjun Siambul, melainkan Air Terjun Tembulun Berasap. Damn!

Tembulun Berasap sudah banyak dikenal orang terletak di Desa Pejangki, Kecamatan Batang Cenaku dan tentunya memiliki pesona yang jauh berbeda dari air terjun ini. Lalu kenapa masih berani menggunakan nama yang sama? Berikut ini review untuk Air Terjun Tembulun Berasap Siambul.

Air Terjun Siambul

Air Terjun Tembulun Berasap Siambul terletak di Desa Siambul, Kecamatan Batang Gangsal. Terdapat berbagai fasilitas umum di dekat air terjun. Diantaranya Gazebo yang jumlahnya lebih dari 1, sangat cocok untuk bersantai menikmati keindahan air terjun ini (lebih tepatnya disebut tembulun). Juga terdapat tempat parkir kendaraan, dengan penjagaan oleh tim keamanan pastinya. Dan lagi, tersedia parkir mobil.

Air Terjun Tembulun Berasap Siambul

Betul sekali, mobil bisa masuk. Jika tidak hujan, Mobil seperti Avanza bisa masuk ke lokasi Wisata ini. Asyik bukan? Kamu bisa berkunjung dengan keluarga dan teman-teman dalam 1 kendaraan.

Untuk air terjunnya, terdapat 2 tingkat yang masing-masing memiliki 2 sisi. Maksudnya, dibawah ada air terjun dengan 2 pancuran bersebelahan, dan diatas juga ada air terjun dengan 2 pancuran. Tidak benar-benar terjun, tapi cukup memukau.

Air Terjun Bukit Aseng

Terakhir kali saya kesana, biaya parkir per motor adalah Rp5000,- dan biaya masuk per orang Rp5000. Jadi kalau 1 motor 2 orang, maka bayarnya Rp15.000,- . Untuk Mobil biaya parkir Rp25.000, Biaya masuk per orang N/A.

Mahal bukan?
Beda pesona dengan Tembulun Berasap Pejangki, tetapi memiliki nama yang sama dengan harga tiket lebih mahal. Kalau di Tembulun Berasap Pejangki, biaya masuk dihitung per motor, Rp5000,-. Jadi berapapun jumlah orang dalam 1 sepeda motor, bayarnya tetap Rp5000,-. Kalau untuk hari besar, saya belum tahu kabarnya. Perbedaan biaya masuk mungkin terjadi. Hal yang wajar.

Air Terjun Tembulun Berasap Siambul, Air Terjun Bukit Aseng atau Air Terjun Siambul

Anda berminat ?
Siambul, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau 29371, Indonesia.

Update info Air Terjun Tembulun Berasap Siambul


Ada sebutan baru untuk wisata alam air terjun ini, yaitu Air Terjun Rindu Alam. Entah siapa yang memulainya, namun nama ini terdaftar di Google Maps. 

2019/12/15

Air Terjun Papunawan

Wisata INHU - Air Terjun Papunauan.  Selamat datang Wisata Alam Rantau Langsat. Air terjun Papunawan terletak di desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Indonesia.

Air Terjun Papunauan

Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 31 meter. Terdapat kolam berukuran sedang di bagian atas air terjun yang dapat digunakan untuk berendam atau bermain air.

Air Terjun Papunauan

Air Terjun Papunauan termasuk salah satu objek wisata alam yang masuk dalam Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Rantau Langsat. Terdapat beragam paket wisata menarik didalamnya. Air Terjun ini juga termasuk salah satu tujuan wisata favorit Wahana Wisata Desa Rantau Langsat.

Air Terjun Granit

Wisata INHU.my.id - Air Terjun Granit. Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) memiliki sebuah air terjun yang lokasinya sangat dekat dengan fasilitas Mess/ Penginapan (Camp Granit) yakni Air Terjun Granit.

Air Terjun Granit adalah salah satu destinasi wisata alam yang terletak di Desa Talang Lakat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Indonesia. Karena terletak di dalam Kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh, pemandangan sekitar air terjun cukup memukau dan memanjakan mata.

Air Terjun Granit

Di lokasi sekitar air terjun Granit bisa juga digunakan untuk perkemahan. Terdapat fasilitas seperti kolam, WC, dan alat panjat tebing. Namun kondisi fasilitas yang ada sewaktu kita kunjungi sudah rusak dan tidak terawat. Namun, tempat ini tetap memberikan sensasi nikmatnya wisata alam. Kesejukkan air dari air terjun dan bagusnya pemandangan bisa menenangkan pikiran anda.

Dahulu, daerah ini hanya berupa sungai biasa. Namun, karena di sini terdapat banyak batu granit, terjadilah penambangan batu granit yang membuat sungai terputus dan terdapat lubang besar hasil tambang granit. Lubang yang besar tadi membentuk sebuah air terjun. Oleh karena itu, air terjun ini disebut air terjun Granit.

Air Terjun Granit

Perjalanan ke air terjun granit ini menempuh jarak sekitar 12 KM dari pintu masuk Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. Untuk perjalanan ke dalam, jalan yang dilalui yaitu tanah dan bebatuan kerikil. Dengan kondisi jalan tersebut, perjalanan bisa ditempuh selama hampir kurang lebih 30 menit.

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau 29355, Indonesia.

Ayo Berburu Durian ke Desa Rantau Langsat

EXPLORE INHU - Ayo Berburu Durian ke Desa Rantau Langsat. Musim durian telah tiba! Kampung Durian Runtuh, Sebutan untuk desa Rantau Langsat dan beberapa dusun di sekitarnya (Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau).

Ayo Berburu Durian ke Desa Rantau Langsat

Dalam satu hari ratusan bahkan ribuan buah yang dipanen. Harga berkisaran antara Rp7.000 - Rp20.000 per buah (tergantung ukuran). Waktu terbaik berburu durian yaitu jam 06.00 - 09.00 WIB.

Pada jam tersebut di aliran sungai gansal akan ditemukan boat/ perahu pembawa durian dari hulu sungai gansal dan masyarakat melakukan transaksi jual beli dibeberapa titik.

Ayo Berburu Durian ke Desa Rantau Langsat

Jika berminat silakan ke Desa Rantau Langsat dan terdapat juga di beberapa desa seperti Desa Usul dan Desa Siambul sekitarnya.

Jangan ditunda terlalu lama ya! Karena kemungkinan durian tersedia hanya 2 minggu ini saja. Selebihnya musim durian akan habis dan berkurang.

Berminat Hubungi:
Hendri +6282283848921.
Mustakim +6285271280884.
Foto oleh @hendrifotography & @mustakim.stp via facebook dan instagram.


Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah "raja dari segala buah" (King of Fruit). Durian adalah buah yang kontroversial, meskipun banyak orang yang menyukainya, tetapi sebagian yang lain malah muak dengan aromanya.

Ayo Berburu Durian ke Desa Rantau Langsat

Sesungguhnya, tumbuhan dengan nama durian bukanlah spesies tunggal tetapi sekelompok tumbuhan dari marga Durio. Namun, yang dimaksud dengan durian (tanpa imbuhan apa-apa) biasanya adalah Durio zibethinus. Jenis-jenis durian lain yang dapat dimakan dan kadangkala ditemukan di pasar tempatan di Asia Tenggara di antaranya adalah lai (D. kutejensis), kerantungan (D. oxleyanus), durian kura-kura atau kekura (D. graveolens), serta lahung (D. dulcis). Untuk selanjutnya, uraian di bawah ini mengacu kepada D. zibethinus.

Nama-nama lokal

Terdapat banyak nama lokal. Nama terbanyak ditemukan di Kalimantan, yang mengacu pada berbagai varietas dan spesies yang berbeda. Durian di Jawa dikenal sebagai duren (bahasa Jawa, bahasa Betawi) dan kadu (bahasa Sunda). Di Sumatra dikenal sebagai durian dan duren (bahasa Gayo).

Ayo Berburu Durian ke Desa Rantau Langsat

Di Sulawesi, orang Manado menyebutnya duriang, sementara orang Toraja duliang. Di Kota Ambon dan kepulauan Lease biasa disebut sebagai Doriang. Di Pulau Seram bagian timur disebut rulen.

BOTANI

Penyebaran
Pusat keanekaragaman durian adalah Pulau Kalimantan. Daerah-daerah sekitarnya juga memilki beberapa plasma nutfah durian, seperti Mindanao, Sumatra, dan Semenanjung Malaya meskipun tidak semelimpah Kalimantan.

Meskipun demikian, pengekspor utama durian adalah Thailand, yang mampu mengembangkan kultivar dengan mutu tinggi dan sistem budidaya yang baik. Tempat lain yang membudidayakan durian dengan orientasi ekspor adalah Mindanao di Filipina, Queensland di Australia, Kamboja, Laos, Vietnam, India, dan Sri Lanka.

Di Filipina, pusat penghasil durian adalah di daerah Davao di Pulau Mindanao. Festival Kadayawan merupakan perayaan tahunan untuk durian di Davao City.

Ayo Berburu Durian ke Desa Rantau Langsat

Pemerian morfologi
Pohon tahunan, hijau abadi (pengguguran daun tidak tergantung musim) tetapi ada saat tertentu untuk menumbuhkan daun-daun baru (periode flushing atau peronaan) yang terjadi setelah masa berbuah selesai. Tumbuh tinggi dapat mencapai ketinggian 25–50 m tergantung spesiesnya,[3] pohon durian sering memiliki banir (akar papan). Pepagan (kulit batang) berwarna coklat kemerahan, mengelupas tak beraturan. Tajuknya rindang dan renggang.

Daun berbentuk jorong hingga lanset, 10-15(-17) cm × 3-4,5(-12,5) cm; terletak berseling; bertangkai; berpangkal lancip atau tumpul dan berujung lancip melandai; sisi atas berwarna hijau terang, sisi bawah tertutup sisik-sisik berwarna perak atau keemasan dengan bulu-bulu bintang.

Ayo Berburu Durian ke Desa Rantau Langsat

Bunga (juga buahnya) muncul langsung dari batang (cauliflorous) atau cabang-cabang yang tua di bagian pangkal (proximal), berkelompok dalam karangan berisi 3-10 kuntum berbentuk tukal atau malai rata. Kuncup bunganya membulat, sekitar 2 cm diameternya, bertangkai panjang. Kelopak bunga bentuk tabung sepanjang lk. 3 cm, daun kelopak tambahan terpecah menjadi 2-3 cuping berbentuk bundar telur. Mahkota bentuk sudip, kira-kira 2× panjang kelopak, berjumlah 5 helai, keputih-putihan. Benang sarinya banyak, terbagi ke dalam 5 berkas; kepala putiknya membentuk bongkol, dengan tangkai yang berbulu.

Bunga muncul dari kuncup dorman, mekar pada sore hari dan bertahan hingga beberapa hari. Pada siang hari bunga menutup. Bunga ini menyebarkan aroma wangi yang berasal dari kelenjar nektar di bagian pangkalnya untuk menarik perhatian kelelawar sebagai penyerbuk utamanya.

Ayo Berburu Durian ke Desa Rantau Langsat

Kajian di Malaysia pada tahun 1970-an menunjukkan bahwa penyerbuk durian adalah kelelawar Eonycteris spelaea. Penelitian tahun 1996 lebih jauh menunjukkan bahwa hewan lain, seperti burung madu Nectariniidae dan lebah turut serta dalam penyerbukan tiga kerabat durian lainnya.

Buah durian bertipe kapsul berbentuk bulat, bulat telur hingga lonjong, dengan panjang hingga 25 cm dan diameter hingga 20 cm. Kulit buahnya tebal, permukaannya bersudut tajam ("berduri", karena itu disebut "durian", walaupun ini bukan duri dalam pengertian botani), berwarna hijau kekuning-kuningan, kecoklatan, hingga keabu-abuan.

Ayo Berburu Durian ke Desa Rantau Langsat

Buah berkembang setelah pembuahan dan memerlukan 4-6 bulan untuk pemasakan. Pada masa pemasakan terjadi persaingan antarbuah pada satu kelompok, sehingga hanya satu atau beberapa buah yang akan mencapai kemasakan, dan sisanya gugur. Buah akan jatuh sendiri apabila masak.

Pada umumnya berat buah durian dapat mencapai 1,5 hingga 5 kilogram, sehingga kebun durian menjadi kawasan yang berbahaya pada masa musim durian. Apabila jatuh di atas kepala seseorang, buah durian dapat menyebabkan cedera berat atau bahkan kematian.

Setiap buah memiliki lima ruang (awam menyebutnya "kamar"), yang menunjukkan banyaknya daun buah yang dimiliki. Masing-masing ruangan terisi oleh beberapa biji, biasanya tiga butir atau lebih, lonjong hingga 4 cm panjangnya, dan berwarna merah muda kecoklatan mengkilap.

Biji terbungkus oleh arilus (salut biji, yang biasa disebut sebagai "daging buah" durian) berwarna putih hingga kuning terang dengan ketebalan yang bervariasi, tetapi pada kultivar unggul ketebalan arilus ini dapat mencapai 3 cm. Biji dengan salut biji dalam perdagangan disebut ponggè.

Pemuliaan durian diarahkan untuk menghasilkan biji yang kecil dengan salut biji yang tebal, karena salut biji inilah bagian yang dimakan. Beberapa varietas unggul menghasilkan buah dengan biji yang tidak berkembang namun dengan salut biji tebal (disebut "sukun").

EXPLORE INHU WISATA DURIAN INDRAGIRI HULU

Keanekaragaman

Durian sangat beraneka ragam. Sebagaimana disebut di muka, beberapa spesies selain durian benar (D. zibethinus) juga dianggap sebagai durian. Di Indonesia tercatat ada 20 spesies anggota Durio (dari hampir 30-an jenis), sembilan di antaranya dapat dimakan. Durian yang benar pun memiliki banyak variasi. Lembaga penelitian di Indonesia, Malaysia, dan Thailand telah merilis berbagai kultivar durian unggul. Selain itu terdapat pula ras-ras lokal yang dikenal baik namun belum mengalami tahap seleksi untuk meningkatkan kualitasnya.

Kultivar unggul nasional
Terdapat lebih dari 55 varietas/ jenis durian budidaya. Hingga 2005 terdapat 38 kultivar unggul yang telah diseleksi dan diperbanyak secara vegetatif. Beberapa di antaranya:

  • 'Gapu ', dari Puncu, Kota Kediri, Jawa Timur
  • 'Hepe', bijinya kempis dengan daging tebal
  • 'Kelud', dari Puncu, Kediri, Jawa Timur
  • 'Ligit', dari Kutai
  • 'Mawar', dari Long Kutai
  • 'Ripto', dari Kabupaten Trenggalek
  • 'Salisun', dari Kabupaten Nunukan
  • 'Sememang', dari Kabupaten Banjarnegara
  • 'Tong Medaye', dari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat/ NTB
  • 'Bentara', dari Kerkap, Kabupaten Bengkulu Utara
  • 'Bido Wonosalam', dari Kabupaten Jombang, Jawa Timur
  • 'Perwira', dari Simapeul, Kabupaten Majalengka
  • 'Petruk', dari Dukuh Randusari, Desa Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah
  • 'Soya', dari Pulau Ambon, Maluku
  • 'Sukun', bijinya kempis dengan daging tebal
  • 'Sunan', dari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah
  • 'Kani' ("chanee", durian bangkok)
  • 'Otong', (alihnama dari durian "monthong", durian bangkok, di Malaysia disebut klon D159)

EXPLORE INHU WISATA DURIAN INDRAGIRI HULU RIAU


Ras lokal
Beberapa ras lokal belum diseleksi, sehingga masih bervariasi dan keunggulannya belum terjamin. Biasanya dinamakan sesuai lokasi geografi. Beberapa di antaranya adalah:

  • Durian parung
  • Durian lampung
  • Durian jepara
  • Durian palembang
  • Durian padang
  • Durian Merah Banyuwangi.


Kultivar unggul dari luar negeri
Di Malaysia, kultivar durian unggul hasil seleksi diberi kode nomor dengan huruf D di depannya. Beberapa di antaranya adalah

  • 'D24'
  • 'D99'
  • 'D123'
  • 'D145'
  • 'D158'
  • 'D159' (klon sama dengan varietas 'Montong').
  • 'D169'
  • 'MD-UR 888' (Durian Terbaik Dunia).


EXPLORE INHU WISATA DURIAN INDRAGIRI HULU RIAU

Budidaya dan perbanyakan

Pohon durian asal biji yang sedang berbuah
Durian adalah buah tropis, tumbuh di sekitar khatulistiwa hingga ketinggian 800 m dpl., serta menjauh hingga garis lintang 18° di Thailand dan Queensland.

Syarat tumbuh dan pemupukan
Curah hujan yang disukai sekurang-kurangnya 1500 mm, yang tersebar merata sepanjang tahun. Akan tetapi, periode kering 1-2 bulan akan merangsang perbungaan lebih baik. Musim raya buah durian biasa terjadi setelah tahun dengan musim kemarau yang berkepanjangan. Musim panen antara dapat terjadi dengan produksi buah yang biasa-biasa saja.

EXPLORE INHU WISATA DURIAN INDRAGIRI HULU RIAU

Tanaman ini memerlukan tanah yang dalam, ringan dan berdrainase baik. Derajat keasaman optimal adalah 6-6,5. Tanah masam, seperti latosol atau podsolik merah kuning memerlukan pengapuran agara tanaman tumbuh baik. Durian muda juga memerlukan lindungan alam, agar pohon atau cabang-cabangnya yang sarat buah tidak patah diterpa angin yang kuat. Muka air tanah tidak boleh kurang dari 150 cm karena air tanah yang terlalu rendah berakibat buah kurang manis.

Pemupukan dilakukan dengan membuat parit kecil di sekeliling pohon lalu ditaburi pupuk kimia. Pupuk kandang diberikan pada waktu penanaman bibit. Pemupukan dengan kadar NPK yang sama diberikan segera setelah musim berbuah, sedangkan pemupukan dengan kadar P yang lebih tinggi diberikan setelah flushing selesai untuk mempersiapkan pembungaan.

EXPLORE INHU WISATA DURIAN INDRAGIRI HULU RIAU

Penanaman dan pemeliharaan
Penanaman durian secara komersial di perkebunan dilakukan dengan jarak tanam 10 m × 10 m hingga 12 m × 12 m, tergantung dari ukuran tanaman/kultivarnya.[2] Apabila tanaman masih kecil, tumpang sari dapat dilakukan. Pengendalian gulma juga perlu dilakukan.

Pemeliharaan mencakup pemupukan, pemangkasan (pembentukan dan peremajaan), pengairan (bila diperlukan), dan pengendalian hama dan penyakit.[2] Tajuk durian yang baik adalah berbentuk kerucut membulat, dengan cabang utama mendatar ke samping.

Perbanyakan
Perbanyakan durian di desa-desa umumnya dengan menggunakan biji. Perbanyakan dengan biji juga dilakukan untuk memperoleh batang bawah dalam perbanyakan vegetatif. Biji durian bersifat recalcitrant, hanya dapat hidup dengan kadar air tinggi (di atas 30% berat) dan tanpa perlakuan tertentu hanya sanggup bertahan seminggu sebelum akhirnya embrionya mati. Dengan demikian biji harus segera disemaikan setelah buahnya dibuka.

Pohon durian mulai berbuah setelah 4-5 tahun, tetapi dalam budidaya dapat dipercepat jika menggunakan bahan tanam hasil perbanyakan vegetatif. Teknik-teknik yang dipakai adalah pencangkokan (jarang dilakukan), penyusuan (jarang dilakukan), penyambungan sanding (inarching), penyambungan celah (cleft grafting), atau okulasi (budding).[2] Teknik yang terakhir ini sekarang yang paling banyak dilakukan. Beberapa penangkar sekarang juga menerapkan penyambungan mikro (micrografting). Teknik ini dilakukan pada saat batang bawah masih berusia muda sehingga mempercepat masa tunggu. Tercatat bahwa durian hasil perbanyakan vegetatif mampu berbunga setelah 2-3 tahun.

Durian juga memungkinkan diperbanyak secara in vitro (kultur jaringan).

Hama dan penyakit
Hama yang menyerang durian di antaranya adalah ulat penggerek buah (gala-gala), ulat penggerek bunga, dan kutu loncat durian (menghisap cairan daun muda).

Penyakit utama durian adalah busuk akar dan batang Pythium complectens, mati bibit (juga oleh patogen yang sama), penyakit blendok/ kanker Phytophthora palmivora, dan jamur upas yang menyerang batang/ cabang.


EXPLORE INHU WISATA DURIAN INDRAGIRI HULU RIAU

Kegunaan


  • Tempoyak, durian yang diragikan
  • Es krim durian di Padang

Durian terutama dipelihara orang untuk buahnya, yang umumnya dimakan (arilus atau salut bijinya) dalam keadaan segar. Salut biji ini umumnya manis dan sangat bergizi karena mengandung banyak karbohidrat, lemak, protein, dan mineral.

Pada musim raya durian, buah ini dapat dihasilkan dengan berlimpah, terutama di sentra-sentra produksinya di daerah. Secara tradisional, daging buah yang berlebih-lebihan ini biasa diawetkan dengan memasaknya bersama gula menjadi dodol durian (biasa disebut lempok), atau memfermentasikannya menjadi tempoyak. Selanjutnya, tempoyak yang rasanya masam ini biasa menjadi bahan masakan seperti sambal tempoyak, atau untuk campuran memasak ikan.

Durian pun kerap diolah menjadi campuran bahan kue-kue tradisional, seperti gelamai atau jenang. Terkadang, durian dicampurkan dalam hidangan nasi pulut (ketan) bersama dengan santan. Dalam dunia masa kini, durian (atau aromanya) biasa dicampurkan dalam permen, es krim, susu, dan berbagai jenis minuman penyegar lainnya.

Bijinya bisa dimakan sebagai camilan setelah direbus atau dibakar, atau dicampurkan dalam kolak durian. Biji durian yang mentah beracun dan tak dapat dimakan karena mengandung asam lemak siklopropena (cyclopropene). Biji durian mengandung sekitar 27% amilosa. Kuncup daun (pucuk), mahkota bunga, dan buah yang muda dapat dimasak sebagai sayuran.

Durian (Durio zibethinus)
Nilai nutrisi per 100 g (3,5 oz)
Energi 615 kJ (147 kcal)
Karbohidrat 27.09 g - Serat pangan 3.8 g
Lemak 5.33 g
Protein 1.47 g
Air 65g
Vitamin C 19.7 mg (33%)
Kalium 436 mg (9%)

Hanya bagian yang dapat dimakan, mentah atau beku.
Brangkasan: 68% (Shell and seeds)
Sumber: USDA Nutrient database
Persentase merujuk kepada rekomendasi Amerika Serikat untuk dewasa.

Beberapa bagian tumbuhan kadang-kadang dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional. Akarnya dimanfaatkan sebagai obat demam. Daunnya, dicampur dengan jeringau (Acorus calamus), digunakan untuk menyembuhkan cantengan (infeksi pada kuku).

Kulit buahnya untuk mengobati ruam pada kulit (sakit kurap) dan susah buang air besar (sembelit). Kulit buah ini pun biasa dibakar dan abunya digunakan dalam ramuan untuk melancarkan haid dan menggugurkan kandungan. Abu dan air rendaman abu ini juga digunakan sebagai campuran pewarna tradisional.

Beberapa masyarakat di Jawa menggunakan kulit durian yang telah dimakan sebagai pengusir (repellent) nyamuk dengan meletakkannya di sudut ruangan.

Kayu gubalnya berwarna putih dan terasnya kemerah-merahan. Ringan, tetapi tidak begitu awet dan mudah diserang rayap. Biasa digunakan sebagai perabot rumah, peti-peti pengemas, dan bahan konstruksi ringan di bawah atap, asalkan tidak bersentuhan dengan tanah.

Nilai gizi
Setiap 100 g salut biji mengandung 67 g air, 28,3 g karbohidrat, 2,5 g lemak, 2,5 g protein, 1,4 g serat; serta memiliki nilai energi sebesar 520 kJ. Durian juga banyak mengandung vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C; serta kalium, kalsium dan fosfor.

Serba-serbi buah durian


Masalah bau
Pelarangan durian di MRT Singapura. Karena baunya yang keras menyengat dan cenderung busuk (bagi beberapa orang), sejumlah perusahaan dan maskapai penerbangan melarang orang membawa durian, misalnya di kabin pesawat udara, di kendaraan angkutan umum ataupun dibawa ke hotel.

Bagi penggemar durian, agar tidak menimbulkan hal-hal tak menyenangkan dengan orang yang tak menyukai bau durian, dipercaya ada sebuah cara yang mudah untuk menghilangkan bau durian di jari-jari tangan dan mulut.

Jari tangan dibersihkan dengan mengaduk-aduk air di dalam pangsa durian (yakni ceruk kulit buah bagian dalam, bekas tempat daging dan biji durian menempel) dan air adukan tersebut tidak dibuang, tetapi digunakan untuk berkumur, hal itu dinilai efektif.[14]

Panen durian
Di Kabupaten Ketapang Kalbar panen durian setiap tahun muncul pada bulan Januari atau Februari. Untuk tahun 2006, di luar kebiasaan, buah selang (buah bukan musim) ternyata cukup banyak dihasilkan. Meskipun panen buah kali ini tidak besar (karena buah selang) namun karena banyak lokasi kebun yang berbuah maka cukup banyak juga yang tersedia di pasaran.

Panen terbesar kali ini datang dari tanaman masyarakat di Kecamatan Sukadana yang juga merupakan sentra produksi durian di Kabupaten Ketapang. Di kawasan ini selain dibudidayakan masih banyak buah durian yang tumbuh liar. Buah durian ini termasuk spesies endemik di Kabupaten Ketapang, beberapa jenis durian liar ada di kawasan kabupaten Ketapang.

Jenisnya beraneka, seperti durian teratong, durian lahong, durian lei, durian tembranang. Beberapa jenis durian tersebut meskipun tidak komersial, tetapi merupakan sumber gen plasma nuftah yang sangat berguna bagi pemulyaan. Nama ilmiah spesies liar cukup bnayak antara lain durian burung, durian kura kura kura yang buahnya dipangkal batang atau di pangkal akar.

Durio kutejensis ( durian pekawai), Durio oxlevanus, Durio graveolens, dan Durio dulcis (lahong). Aneka jenis spesuies liar banyak terdapat di hutan dengan warna, bau dan bentuk yang beraneka. Karena banyaknya spesies di kawasan ini maka membuktikan bahwa Kabupaten Ketapang adalah salah satu tempat penyebaran durian. Para ahli kini sedang meneliti beberapa jenis varitas liar tersebut.

Memilih durian


Mencium bau durian sebelum membeli
Daging buah durian lokal dengan warna orange atau merah umumnya lebih manis daripada warna kuning atau putih.

Setiap orang mempunyai caranya sendiri dalam memilih buah durian terbaik. Masing-masing orang percaya bahwa cara pemilihannya dapat menghasilkan buah terbaik.

Durian adalah buah musiman yang dulunya dipanen sekali setahun. Sekarang panen durian dapat dilakukan hingga dua kali setahun. Hal ini meningkatkan persaingan di antara para penjual eceran.

Memilih buah yang tepat amat penting apabila penjual menjual buah sebagaimana adanya, tanpa boleh dibuka. Sekarang penjual umumnya mau membuka buah untuk membuktikan isinya. Dengan cara ini, keahlian dalam memilih pun menjadi kurang penting.

Orang dapat memilih durian dengan mudah di kebun. Buah dari pohon yang sama umumnya mempunyai ciri-ciri yang serupa. Lazimnya buah di kebun dibiarkan masak dan jatuh dari pohonnya ("duren jatuhan").

Pemilihan buah di luar kebun lebih rumit. Berikut ini adalah sebagian dari pedoman seleksi yang dapat digunakan:

Kesegaran buah dapat ditentukan dari tangkainya. Apabila buah telah jatuh dari pohon, tangkainya akan mulai mengering. Penjual yang tidak jujur akan mencoba untuk membalut atau mengecat tangkai untuk menghalangi pembeli mengenali kesegarannya. Penjual yang kurang pintar mungkin malah akan membuang tangkai durian.

Kebanyakan peminat menggemari buah durian yang kering dan matang. Sebuah cara mudah untuk mengetahui apakah isi durian itu kering tanpa membuka buah adalah dengan menggoncangkan buah dan merasakan getaran kecil. Isi durian yang lembap melekat pada kulit buah. Isi durian yang kering cenderung untuk berpisah dari dinding buah. Orang mestilah berhati-hati agar tidak tergores oleh duri buah durian ketika melakukan ini.

Durian mungkin diserang oleh ulat perusak yang bertelur di dalam buah yang berkembang menjadi larva. Ketika membeli buah durian pembeli harus menghindari buah yang berlubang pada kulitnyanya karena sering kali ini merupakan tanda adanya "ulat" di dalam buah.

Membelah durian


Belah Durian
Orang yang baru belajar membeli durian dianjurkan membeli durian yang telah siap dibuka karena membelah durian agak sukar. Biasanya kita dapat dengan mudah menemukan penjual yang memberi pelayanan membelah durian. Bila pembeli sudah setuju untuk membelinya, penjual biasanya akan membelah durian sebagai pelayanannya.

Mereka bersedia melakukannya, meskipun mereka tidak memindahkan isinya ke dalam bungkusan lain. Namun buah durian yang sudah dibelah perlu segera dimakan karena buah itu cenderung untuk "berkeringat". Bila isi durian mulai menghasilkan air, buah durian akan kehilangan rasanya dan tidak banyak gunanya.

Orang dapat belajar membelah durian dengan hati-hati dengan peralatan yang biasa terdapat. Periksalah kulit luar buah untuk menemukan "garis" (kampuh) sepanjang permukaan di mana duri durian tersusun membentuk garis lurus. Umumnya terdapat hingga 5 garis sepanjang permukaan buah durian.

EXPLORE INHU WISATA DURIAN INDRAGIRI HULU RIAU

Membelah durian
Bagian tangkai durian harus dibalikkan dan garis urat durian akan bertemu pada satu titik di ujung buah. Pelan-pelan tusukkan benda tajam (pisau) pada titik ini, lalu goreskan sepanjang "garis" yang sudah terlihat sebelumnya.

Sarung tangan atau sehelai kain yang tebal dapat digunakan untuk memegang buah durian dengan sebelah tangan, sementara tangan yang satunya untuk melakukan tugas ini. Waspadai risiko tertusuk duri durian.

Bila kulit buah durian telah terbuka menjadi dua bagian, isi di dalam telah siap untuk dimakan. Ruas selebihnya dapat dibelah dengan menggunakan telapak tangan dengan cara merobek ujung kulit durian sedikit pada sepanjang pusat titik tengah sebelumnya.

Panas
Menurut banyak cerita yang berkembang di masyarakat (urban legend), Durian dianggap sebagai makanan yang panas, dan sehabis makan durian biasanya tubuh akan berkeringat. Cara yang umum digunakan untuk mengatasinya adalah dengan menuangkan air tawar pada bagian kulit buah yang telah kosong, lalu diminum.

Selain itu, musim durian biasanya terjadi bersamaan dengan musim manggis, yaitu buah yang dianggap mendinginkan badan. Dengan demikian, kedua buah kemudian dimakan bersama-sama.

EXPLORE INHU WISATA DURIAN INDRAGIRI HULU RIAU

Secara ilmiah, klaim-klaim di atas tidak pernah dibuktikan. Kemungkinannya ialah karena kandungan nutrisi durian yang padat, orang yang makan durian sering makan kebanyakan sehingga akhirnya mengalami kenaikan tekanan darah. Hal tersebut merupakan reaksi yang alamiah jika terlalu banyak memakan makanan apapun.

Durian tanpa duri
Sebagian durian dijual "tanpa duri". Duri buah durian ini ternyata telah dibuang ketika duriannya masih muda. Jadi tidak alami. Sebagian durian memang hampir tidak berduri karena durinya kurang dari 5 mm.

Air Terjun Tualang

Wisata INHU.my.id - Air Terjun Tualang terletak di perbatasan hutan antara Desa Rantau Langsat dan Desa Siambul, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Indonesia.

Air Terjun Tualang

Pengurus Wisata Rantau Langsat tidak memasukan objek wisata Air Terjun Tualang sebagai salah satu destinasi wisatanya. Sehingga diputuskan bahwa Air Terjun Tualang terletak di Desa Siambul meski akses masuknya melalui Desa Rantau Langsat.

Sebelumnya kami mendapati info bahwa air terjun tualang terletak di desa Rantau Langsat.

Air Terjun Tualang

Air Terjun Tualang memiliki 2 tingkat dengan ketinggian yang bervariasi. Berada di dalam hutan, air terjun ini memberikan sensasi keasrian alam yang masih alami.

2019/12/06

Festival Batang Gansal

EXPLORE INHU - Festival Batang Gansal. Festival Batang Gangsal merupakan event tahunan yang bertujuan untuk terus melestarikan dan memperkenalkan kebudayaan Suku Talang Mamak dan pastinya adalah mempromosikan potensi wisata Taman Nasional Bukit Tiga Puluh.

Festival Batang Gansal

Berbagai atraksi budaya serta perlombaan seperti pacu sampan, silat tradisional, lempar galah, festival musik gambus, dan sepeda gunung, juga dihadirkan untuk memanjakan para wisatawan yang hadir di acara Festival Batang Gangsal yang dipusatkan di Desa Rantau Langsat , Kecamatan Batang Gangsal, Indragiri Hulu Riau.

Bagi anda yang tertarik untuk melihat keunikan budaya Suku Talang Mamak, menikmati festival ini tentunya bisa menjadi pilihan yang berbeda dengan tempat wisata lain yang ada di Indonesia.

Festival Batang Gansal

Untuk akses, menuju lokasi festival bisa ditempuh melalui jalur darat. Bila dari Pekanbaru, memakan waktu dan jarak tempuh kurang lebih enam jam perjalanan untuk menuju lokasi tersebut.

Dengan estimasi waktu empat jam menuju pusat pemerintahan Indragiri Hulu, yakni Pematang Reba, dilanjutkan dua jam perjalanan menuju Desa Rantau Langsat.

Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Indonesia.

Festival Batang Gansal

Anda juga bisa menikmati wisata kuliner khususnya buah durian yang dijual dengan harga murah meriah disepanjang jalan menuju lokasi tersebut.

Jika anda menggunakan kendaraan pribadi tidak usah khwatir, jalan menuju lokasi sudah beraspal dan hanya sekitar 8 KM yang masih tanah berbatu. Tapi cukup nyaman dilewati sampai ke lokasi festival.

Festival Batang Gansal

Untuk sarana akomodasi atau penginapan, di lokasi ini juga terdapat camping ground. Mendirikan tenda dan camping bersama teman-teman pastinya sangat mengasikkan. Apalagi lokasi camping ground ini sangat strategis karena dari sini banyak objek wisata yang bisa dinikmati seperti memotret primata.

Dan jika anda berniat melihat langsung obejk wisata Air terjun, lokasi tersebut berjarak sekitar 4,5 meter atau bisa ditempuh sekitar tiga jam dari Desa Rantau Langsat. Dikarenakan medan hutan yang terjal maka anda perlu waktu yang lebih lama dari perjalanan di medan normal.

Air Terjun Papunawan Festival Batang Gansal

Dalam perjalanan menuju air terjun inilah anda akan melihat banyaknya warga yang membawa petai dari tengah hutan sekitar. Disini warga memang diperbolehkan mengambil petai dari hutan dengan syarat tidak mengambil berlebihan, karena untuk berbagi dengan warga yang lain. Kearifan masyarakat lokal di sekitar TNBT masih benar-benat terjaga.

Air terjun tersebut tingginya sekitar 31 meter dengan cucuran air yang sangat jernih. Saat anda masuk ke dalam aliran sungai maka ikan-ikan akan datang mengerubuti kaki, dan menandakan bahwa manusia jarang menjamah tempat ini.

Festival Batang Gansal

Dan di lokasi inilah wisatawan juga bisa mengabadikan aksi para lutung berbulu kuning emas dengan bidikan camera. Selain melihat primata, wisatawan juga bisa melakukan perjalanan susur Sungai Gangsal menuju desa-desa di daerah hulu.

Di desa-desa tersebut kebanyakan dihuni oleh suku Talang Mamak. Jika waktunya pas maka wisatawan juga dapat menimkati kegiatan menunggu durian jatuh di hutan, atraksi menombak ikan atau mengambil madu.

Untuk menarik sejumlah wisatawan ke Taman Nasional Bukit Tigapuluh inilah Kabupaten Indragiri Hulu mengadakan event Festival Batang Gangsal setiap satu tahun sekali tepatnya dibulan November.

Festival Batang Gansal

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Riau Fahmizal Usman, Kegiatan ini dipusatkan di Desa Rantau Langsat, yang berada persis dipinggir kawasan TNBT bertujuan sebagai promosi pariwisata INHU dan Riau pada umumnya.

Dalam event tersebut bagi masyarakat lokal khususnya suku Talang Mamak, akan digelar berbagai perlombaan seperti lempar tombak ala Talang Mamak, gambus trdisional, olahraga alam dan berbagai macam atraksi dan lomba kreasi kerajinan untuk souvenir, seperti anyaman.

Sementara, untuk masyarakat atau wisatawan yang datang dari luar daerah, bisa menikmati beberapa kegiatan di festival ini. Salah satunya, mencoba kegiatan mountain bike atau sepeda gunung.

Festival Batang Gansal

Kegiatan lainnya adalah Lomba Memancing yang digelar di Sungai Batang Gangsal. Lomba fotografi dan banyak lagi acara-acara yang disuguhkan dalam memeriahkan event tersebut.

Khusus bagi tamu yang menginap bisa memilih untuk keliling dusun atau menyusuri sungai atau kegiatan apapun yang ingin dilakukan di lokasi ini.

Ayo berwisata ke Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Indonesia!

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

EXPLORE INHU - Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) merupakan taman nasional yang terletak di perbatasan antara Provinsi Riau dan Provinsi Jambi.

Dilihat dari jenisnya, TNBT adalah kawasan hutan tropis dataran rendah dengan ekosistem asli yang masih tersisa di Pulau Sumatra.

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

Semula, kawasan TNBT merupakan hutan lindung dan hutan produksi terbatas. Meskipun demikian, kondisi hutan dan kekayaan flora dan faunanya relatif masih terjaga.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 607/Kpts-II/2002 tanggal 21 Juni 2002, luas keseluruhan taman nasional ini adalah 144.223 hektar, yang didominasi oleh kawasan perbukitan yang berjajar rapi di bagian timur Pulau Sumatra. Oleh WWF (World Wildlife Fund), TNBT dianggap sebagai kawasan yang memiliki keragaman flora dan fauna yang paling tinggi di Pulau Sumatra.

Dengan potensinya tersebut, Departemen Kehutanan RI menetapkan taman nasional ini sebagai kawasan konservasi bagi flora dan fauna langka. Selain itu, TNBT juga berfungsi sebagai pengendali hidrologi bagi Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Indragiri dan Batanghari.

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

Keistimewaan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh


Taman Nasional Bukit Tigapuluh menyimpan kekayaan flora dan fauna yang luar biasa. Di dalamnya terdapat sekitar 660 spesies tumbuh-tumbuhan, 246 di antaranya adalah tumbuhan obat-obatan yang sering dimanfaatkan oleh penduduk setempat. Sebanyak 550 spesies merupakan spesies langka yang sudah didata, dikumpulkan, dan dipelihara.

Adapun jenis spesies langka tersebut di antaranya adalah cendawan muka rimau (rafflessia hasselti), jernang (daemonorops draco), pulai (alstonia scholaris), getah merah (palaguyum sopi), jelutung (dyeracosculata), dan lain-lain.

CENDAWAN MUKA RIMAU (RAFLESIA HASSETI)

Selain itu, di kawasan taman nasional ini juga terdapat pohon nibung (oncosperma tigilarium), sejenis palem liar, mirip pohon pinang, yang secara spesifik tergolong dari suku palmae. Pohon ini tumbuh secara berumpun, berbatang lurus, yang memiliki ketinggian mencapai 20-30 meter. Habitat tumbuhan jenis ini adalah di hutan-hutan pantai, air payau, dan berkembang secara alami.

Bagi masyarakat Riau, pohon nibung memiliki makna tersendiri, yaitu sebagai simbol semangat persatuan dan persaudaraan masyarakat Riau. Oleh Pemerintah Provinsi Riau, pohon ini kemudian dijadikan sebagai maskot Provinsi Riau.

Dilihat dari kekayaan faunanya, TNBT memiliki kurang lebih 59 spesies mamalia, 8 diantaranya adalah jenis primata. TNBT adalah habitat alami bagi harimau sumatra (patheratigris sumatraensis), gajah sumatra (elephus maximus), macan dahan (neofelix nebulasa), serta tapir melayu (tapirus indicus).

Sedangkan hewan dari jenis primata yang masih mudah dijumpai di kawasan taman nasional ini adalah siamang (hylobates sydactylus), lutung (presbytis cristata), dan kera jambul (presbytis melalophus) yang memiliki tingkah laku aneh, yaitu sering mengeluarkan suara keras menjerit-jerit sambil bergelantungan dari pohon ke pohon berkejar-kejaran dengan sejenisnya.

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

Lebatnya pepohonan di kawasan TNBT juga merupakan habitat yang cocok bagi berbagai jenis burung. Beberapa jenis burung yang masih sering dijumpai adalah burung rangkong perut (antharacoceros convexus), elang (spizateus nanus), burung raja udang, dan burung serindit (loriculus galgolus).

Diantara burung-burung tersebut, barang kali yang paling unik dan susah dijumpai di tempat-tempat lain adalah burung serindit. Burung yang terbilang mungil dengan panjang tubuh sekitar 12 cm ini memiliki bulu berwarna-warni yang sangat indah.

Bulu kepalanya berwarna hijau terang, dan di atas kepala terdapat jambul berwarna biru. Burung ini memiliki bentuk paruh melengkung dan berwarna hitam pekat. Burung yang memiliki mata bulat berwarna kuning ini adalah burung hutan, yang hidup berkelompok dan berpasang-pasangan.

Bagi masyarakat Riau, burung yang sangat lincah dan berani ini adalah lambang dari sifat positif, seperti kebijaksanaan, keberanian, kesetiaan, kerendahan hati, dan kearifan. Untuk itu, burung ini juga ditetapkan sebagai maskot Provinsi Riau, selain pohon nibung.

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

Keistimewaan lainnya dari kawasan TNBT adalah sebagai tempat tinggal Suku Talang Mamak dan Suku Kubu, dua suku yang dianggap sebagai keturunan ras Proto-Melayu.

Menurut data yang dikeluarkan Pemerintah Propinsi Riau pada tahun 2001, jumlah orang Talang Mamak terbilang sangat sedikit, yaitu hanya 164 jiwa, yang tersebar di dusun-dusun seperti Rantau langsat, Airbaubau, Nunusan, dan Siamang.

Sedangkan jumlah Suku Kubu sampai saat ini belum diketahui secara pasti, karena hidupnya yang berpindah-pindah dan berpencar-pencar.

TNBT

Kehidupan suku-suku asli di kawasan TNBT merupakan daya tarik pariwisata tersendiri. Suku-suku tersebut merupakan fenomena eko-budaya yang menarik untuk dipelajari, terutama bagaimana cara mereka berinteraksi dengan alam.

Suku-suku tersebut sangat tergantung dengan hutan, sehingga hutan bagi mereka adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan mereka. Dilihat dari cara mereka berinteraksi dengan alam, suku-suku asli tersebut sangat ramah terhadap ekosistem hutan.

Mereka tidak eksploitatif terhadap sumber daya hutan, dan tahu persis kapan saat yang tepat untuk memanfaatkan hasil hutan, seperti memetik buah, mengambil rotan, dan memanen madu.

Untuk membuka lahan baru, mereka juga tidak sembarangan menebang pohon di hutan. Ada pohon-pohon tertentu yang tidak boleh ditebang, dan ada tata-cara tersendiri untuk menebangnya. Kearifan tersebut telah diwariskan secara turun-temurun.

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

Lokasi Taman Nasional Bukit Tiga Puluh


Kawasan Taman Nasional Bukit Tiga puluh terletak di dua propinsi, yaitu Provinsi Riau dan Provinsi Jambi. Kawasan yang tercakup dalam Provinsi Riau terdapat di Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Indragiri Hilir.

Sedangkan kawasan yang tercakup dalam Provinsi Jambi terletak di Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Akses ke Taman Nasional Bukit Tiga Puluh


Untuk menuju lokasi Taman Nasional Bukit Tiga puluh, pengunjung dapat memulai perjalanan dari arah Pekanbaru, Provinsi Riau.

Dari Pekanbaru, pengunjung dapat menggunakan rute Pakanbaru-Seberida, yang berjarak sekitar 285 km, atau memakan waktu kurang lebih 4 jam, dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun sarana transportasi umum (bus).

Kemudian dari Seberida, pengunjung dapat langsung menuju lokasi TNBT, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun dengan mobil sewaan.

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau 29355, Indonesia.

Taman Nasional Bukit Tigapuluh

Fasilitas di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh


Di taman nasional bukit tiga puluh ini, tersedia fasilitas dan sarana akomodasi seperti pusat informasi, wisma tamu, WC umum, shelter, sarana peribadatan (mushola), warung makan, dan lain-lain.

Selain itu, di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh juga menyediakan jasa tenaga pemandu wisata yang akan membantu pengunjung meng-eksplorasi lebih jauh keistimewaan taman nasional ini.

Ayo berwisata ke Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Indonesia!

2017/04/06

Air Terjun Sultan Limbayang

exploreinhu.com - Air Terjun Sultan Limbayang adalah salah satu air terjun yang berada di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Tidak seperti air terjun lainnya yang biasa disebut tembulun, air terjun ini benar-benar terjun. Cukup tinggi, tapi tidak memiliki kolam untuk renang.

Air Terjun Sultan Limbayang

Tak mudah mencapai Air Terjun Sultan Limbayang. Lokasinya yang berada di belantara Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT), membuatnya jarang dikunjungi. Namun, bagi pecinta petualangan, air terjun ini wajib didatangi.

Air terjun Sultan Limbayang berada di Dusun Datai Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu. Dusun Datai yang berada di dalam kawasan TNBT ini didiami oleh masyarakat adat Suku Talang Mamak.

Air terjun Sultan Lembayang sangat indah. Airnya jatuh dari ketinggian 60 meter. Kawasannya dikelilingi hutan lebat dan hijau.

Mengingat lokasinya yang berada di kawasan taman nasional, maka butuh perjuangan ekstra untuk mencapai air terjun ini. Ada dua pilihan rute untuk mencapai lokasi. Pertama, melalui jalur darat dengan menggunakan sepeda motor.

Bila berangkat dari pusat pemerintahan Kabupaten Inhu di Pematang Reba, waktu tempuhnya sekira 5-6 jam perjalanan. Estimasinya, dari Pematang Reba berkendara selama 2 jam menuju daerah bernama Keritang.

Dari Keritang, perjanan dilanjutkan menuju Datai. Selama lebih kurang 3 jam. Dari Dusun Datai ini, mesti berjalan kaki selama 1 jam untuk mencapai air terjun.

Selain jalur darat menggunakan sepeda motor, kita juga bisa menggunakan jalur sungai untuk menuju air terjun. Namun, perjalanannya lebih panjang. Bisa memakan waktu berhari-hari.

Pilihannya adalah menggunakan boat. Menyusuri Sungai Gangsal. Perjalanan dari Rantau Langsat ke Dusun Datai bisa memakan waktu hingga 2 hari 1 malam. Kemudian dilanjutkan berjalan kaki dari Datai menuju air terjun selama 2 jam.

Air Terjun Sultan Limbayang

Untuk benar-benar menikmatinya, akan lebih sempurna jika kita berkemah disana. Tentunya kita juga harus menyiapkan logistik, peralatan berkemah, dan izin. Untuk hal ini kamu bisa menentukan jumlah pengeluaran sendiri.

Jika dilihat sekilas, air terjun ini mirip dengan air terjun 86 di kabupaten indragiri hilir. Tetapi hanya mirip dan bukan berarti tempat yang sama. Perbedaan mencolok adalah keberadaan kolam dibawah air terjunnya. Sultan limbayang tidak bisa digunakan untuk renang seperti di air terjun 86.

Air Terjun Sultan Limbayang

Hal yang membuatnya istimewa adalah karena air terjun ini belum banyak dikunjungi dan masih sangat terasa asri. Selain itu, akses jalan dengan menyusuri sungai batang gansal memberikan pengalaman yang berbeda jika dibandingkan dengan melewati jalur darat.

Nama Sultan Limbayang sendiri diberi oleh warga Suku Talang Mamak. Sebab, di bawah air terjun ada batu. Batu itu tempat duduk sultan. Nama sultannya Limbayang. Di atas batu itu tidak boleh duduk atau berdiri. Begitu mitos masyarakat disini.

Anda Berminat?